Jawaban singkat

Komisi karyawan bisa dihitung dengan persen dari penjualan, nominal tetap per layanan, atau per transaksi. Salon dan barbershop biasanya memakai nominal per layanan atau persen per layanan untuk stylist, sedangkan kafe sering memberi komisi kecil per transaksi atau per menu tertentu. Kunci keadilannya: aturan tertulis, dasar perhitungan jelas (sebelum atau sesudah diskon), dan refund ikut mengurangi komisi.

Poin penting

  • Tiga model umum: persen penjualan, nominal per item/layanan, dan per transaksi.
  • Tentukan dasar komisi: dari harga jual atau setelah diskon.
  • Aturan yang lebih spesifik (per menu, per orang) sebaiknya mengalahkan aturan umum.
  • Komisi dibekukan saat transaksi; perubahan aturan tidak mengubah transaksi lama.
  • Catat pembayaran komisi supaya sisa yang belum dibayar selalu jelas.

Model komisi yang umum

ModelContohCocok untuk
Persen dari penjualanStylist dapat 10% dari creambathLayanan dengan harga bervariasi
Nominal per layanan/itemKapster dapat Rp15.000 per potong rambutLayanan dengan harga tetap
Per transaksiKasir dapat Rp500 per transaksiMendorong kasir cepat dan ramah
Persen per kategoriBarista dapat 5% dari semua minuman kopiKafe dengan banyak menu

Contoh hitungan di salon

Aturan: potong rambut khusus untuk Ani Rp15.000 per layanan; semua layanan kategori Jasa untuk peran stylist 10%; semua menu lain 5%. Diskon transaksi dibagi rata ke setiap item.

Transaksi Rp190.000, diskon 10%
Potong rambut (Ani)
Rp15.000
Creambath Rp100.000 → setelah diskon Rp90.000 × 10% (Ani)
Rp9.000
2 kopi Rp40.000 → setelah diskon Rp36.000 × 5% (kasir)
Rp1.800
Komisi Ani
Rp24.000

Membuat aturan komisi yang adil

  1. Tulis aturannya dan bagikan ke karyawan, termasuk kapan komisi dibayar.
  2. Tentukan dasar perhitungan: komisi dari harga jual atau setelah diskon. Setelah diskon lebih adil bagi usaha.
  3. Tentukan pelaksana setiap layanan. Bila tidak dipilih, tentukan apakah komisi jatuh ke kasir atau tidak ada.
  4. Refund dan batal mengurangi komisi. Ini mencegah komisi dari transaksi yang tidak jadi.
  5. Bekukan komisi saat transaksi. Kalau aturan berubah, transaksi lama tetap pakai aturan lama.
  6. Tunjukkan rincian ke karyawan: per transaksi, per hari, dan yang belum dibayar.

Biar hitungannya jalan sendiri

SUMS POS mencatat penjualan, HPP dari resep, biaya dari laci kasir, dan komisi staf, lalu menyusun laporan laba rugi setiap bulan. Coba 14 hari tanpa kartu kredit.

Coba gratis 14 hari

Tanya jawab

Lebih baik komisi persen atau nominal tetap?

Nominal tetap mudah dipahami untuk layanan yang harganya tetap. Persen lebih adil untuk layanan yang harganya bervariasi atau sering diskon. Banyak usaha memakai keduanya untuk layanan berbeda.

Bagaimana kalau satu layanan dikerjakan dua orang?

Pecah layanan menjadi dua item dengan pelaksana berbeda, atau tentukan aturan pembagian tertulis. Aplikasi kasir yang mendukung pemilihan pelaksana per item memudahkan ini.

Kapan sebaiknya komisi dibayar?

Umumnya bersamaan dengan gaji (bulanan) atau mingguan untuk usaha jasa. Yang penting jadwalnya tetap dan setiap pembayaran tercatat.